
ITS berencana membuka satu fakultas baru lagi, yakni Fakultas Kebumian. Sebagai langkah awal, akan dibuka lebih dulu program studi Geofisika dan Geologi jenjang S1 sebagai embrio pembentukan fakultas baru tersebut. Diharapkan, pada semester depan, kedua prodi ini dapat mulai dibuka.
Rektorat, ITSOnline - Saat ini, proposal untuk pendirian program studi (prodi) Geofisika dan Geologi tersebut masih digarap oleh tim ITS. Tim yang terdiri dari 5 orang ini diketuai Dekan Fakultas Ilmu Matematika dan IPA (FMIPA) Dr Ir Triwikantoro MSc. Sebab, kedua prodi baru ini sementara akan di bawah payung FMIPA.
Menurut Rektor ITS Prof Ir Priyo Suprobo MS PhD, rencana pendirian fakultas Kebumian di ITS ini sebenarnya terhitung cukup lambat dapat direalisasikan. Sebab, ITS sudah lama diminta Pemprov Jatim mendirikan fakultas yang membidangi ilmu kebumian dan pertambangan ini ketika di bawah kepemimpinan Prof Soegiono (rektor ITS sebelum Prof Muhammad Nuh DEA, red). “Sekarang ini harus segera kami realisasikan, mengingat semakin banyaknya peristiwa-peristiwa alam yang terjadi di sekitar kita yang butuh penanganan khusus,” tutur rektor yang terbiasa disapa Probo ini.
Peristiwa alam tersebut antara lain, gempa bumi yang berkali-kali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, dan juga semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo yang sudah berlangsung dua tahun ini tanpa henti. “Selain itu, juga cukup banyak kekayaan alam di wilayah Indonesia timur yang bisa digali dan butuh penanganan lebih lanjut berdasarkan keilmuan yang ada,” imbuhnya mengingatkan.
Apalagi, kata Probo, saat ini ITS juga telah memiliki sejumlah program studi atau bidang ilmu yang terkait dengan ilmu kebumian maupun pertambangan seperti geomatika, geofisika, dan geologi. Sehingga tidak ada lagi alasan untuk menunda pendirian fakultas kebumian tersebut.
Sementara itu, Dekan FMIPA ITS, Dr Ir Rernat Triwikantoro MSc mengatakan, bahwa proposal yang sedang dikerjakan timnya ditargetkan sudah bisa diterima oleh Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) paling lambat semester depan. Sehingga, diharapkan pada tahun ajaran 2009-2010, kedua prodi tersebut sudah terealisasi dan mulai menerima mahasiswa baru. “Setelah nantinya kedua prodi ini berjalan 3-5 tahun ke depan, barulah kami usahakan sudah bisa terbentuk fakultas kebumian di ITS ini,” jelas Triwikantoro.
Rencananya, selain kedua prodi tersebut, di dalam Fakultas Kebumian juga akan dibuka prodi Geomatika dan Perminyakan. “Nantinya ada beberapa program studi yang sudah ada dipecah untuk dimasukkan ke fakultas kebumian ini,” ungkapnya. Prodi atau bidang ilmu yang nantinya kemungkinan akan dipecah untuk masuk atau diajarkan di Fakultas Kebumian antara lain, ilmu geofisika diambil dari jurusan Fisika FMIPA, prodi Geomatika diambil dari FTSP, serta bidang ilmu geologi yang diajarkan di jurusan Teknik Sipil, Teknik Kelautan dan Fisika FMIPA. (humas/th@)
maju terus Geomatika ITS……..
wah nanti dekannya dari Geomatika donk.Kan da punya profesor dan doktor
SELAMAT ULANG TAHUN KE X, SEMOGA LANGGENG DAN TETAP BERKIBAR DI MUKA BUMI INI. JALAN MASIH PANJANG UNTUK MENUJU CITA2, HANYA DENGAN MENYATUKAN LANGKAH DAN BERGANDENG TANGAN KITA BISA MENCAPAI ANGAN KITA, SEKALI LAYAR BERKEMBANG PULAU DIDEPAN HARUS DIGAPAI.NASIB KITA TERLETAK DITANGAN KITA BUKAN DITANGAN SIAPAPUN, MAJU GEOMATIKA, GARIS LAZUARDI MASIH JAUH DIDEPAN, VIVAT ALMAMATER, VIVAT GEOMATIKA
Kita harus bergerak dan berfikir bersama jangan jadi pemain “golf” tetapi mari kita jadi pemain “sepakbola”. Saya sdh menjajagi bagaimana dukungan eksternal terhadap rencana ini? ternyata mereka sangat mendukung mulai dari Pak Indroyono (Sekmenkokesra), Pak Asep (Deputi I) Menkokesra, mereka dalam waktu dekat akan membuat MOU dg ITS terkait pendidikan, penelitian, penerapan Ipteks untuk manajemen bencana (disaster manajemen), Pak Matindas (Kepala Bakosurtanal), beiau menawarkan dukungan secara tertulis, Pak Luluk (Dirjen ESDM), Pak Bambang Sapto (Deputi 1 Menristek), Pak Ichwan Sutardi (Deputi 2 Menristek), Pak Aris Poniman (Deputi 1 Bakosurtanal), Pak Nur Hidayat (Deputi 1 Lapan) dan tentunya komunitas geomatika, geologi, geofisika. Selain itu kita sudah mempunyai modal jaringan kerjasama dengan Bakosurtanal, Lapan, BRKP, BPPT dsb., SDM kita cukup memadai apa magister, doktor dan profesor, sarana dan prasarana juga cukup memadai dengan adanya gedung
baru, program pendidikan kita punya sarjana, magister dan doktor (meskipun masih bergabung dengan Sipil) dan potensi yang lainnya. Tetapi benar kata Pak Taufik, kita jangan merasa cukup puas, tantangan dan obsesi kedepan masih panjang dan belum selesai. Kita harus bekerja keras dan bergandengan tangan sesuai dengan kemampuan, potensi dan tugas kita masing2. Semoga yang kita pikirkan, rencanakan, perbuat hari ini akan bermanfaat untuk kita semua kedepan.
Vivat almamater, vivat geomatika. Sekali layar berkembang pantang haluan berputar.
Bangun
terus semangat!!!! salam buat teman-teman G1, yok opo kabare rek?!
Selamat untuk civitas akademika TEKNIK GEOMATIKA ITS
Semoga dengan adanya gedung baru, fasilitas baru, fakultas baru, semangat baru, TEKNIK GEOMATIKA ITS dapat lebih berkibar di belantika gaul nasional maupun internasional. sebagai mahasiswa yg pernah dibimbing oleh Prof Bangun, Dr. M. TAufik, Dr. Ing. Teguh Hatiyanto, Ir. Yuwono, Msi, dll sy cukup bangga dengan prestasi yg telah diraih oleh TEKNIK GOMATIKA ITS.
Sy berharap TEKNIK GEOMATIKA ITS lebih meningkatkan sarana survei dan pembangunan kapasitas (capacity building) di bidang hidrografi dan remote sensing kelautan dalam rangka menciptakan SDM yg tangguh, mampu bersaing dan mapu menjawab kebutuhan BANGSA di masa yg akan datang.
sy tutup dgn sebuah adagium “Hidup ini tidak ada yg mudah, tp tidak ada yg tidak mungkin” Bravo TEKNIK GEOMATIKA ITS, BRAVO REMOTE SENSING ITS!!!
Tb.Solihuddin
Research Scientist
Marine and fisheries Research Agency (BRKP)
Ministry of Marine and Fisheries (DKP)
Merdeka lah jeng pokoknya,
Semangat2..!!
btw photo2nya dalam rangka apa ya pak Jen? kok ke Bromo?
Prafieldcamp, fieldcamp, ato tirakatan???…:-P
jreng-jreng,
Cholid
foto tersebut diambil di kawasan kawah BROMO, sebagai acara penutup dari Field Camp yang diadakan di Desa Puspo, Pasuruan. Tidak jauh dari Bromo.
GEOMATIKAq….
akhirnya qta punya gedung sendiri.semoga dengan adanya gedung baru ini,bisa nambah semangat belajar.
q setuju bgd sm mas nurman.klo GEOMATIKA masuk fakultas kebumian, dekanny dr GEOMATIKA ajah coz dosen2 qta T-O-P B-G-D, especially bu Catharina
vivat ITS…!vivat GEOMATIKA…!
Tidak banyak kata-kata yang dapat saya ungkapkan untuk suatu kabar hal yang luar biasa ini……inilah saatnya eksistensi kita bisa mencuat dengan suatu gebrakan baru…..smoga hal ini bukan menjadi suatu wacana yang bagai mimpi indah…tapi merupakan suatu realita yang akan cepat terjadi……
maju terus
VIVAT T.Geomatika
Fakultas Kebumian (bukan FTSP)
TEHNIK GEOLOGI-nya kapan di buka??! aku udah ga’ sbar masuk geologi, geofisika atau geomatikanya. masa di Indonesia cuman ada 6 universitas negeri yang nyedia’in jurusan ini. yaitu:
ITB
UNPAD
UGM
UNSRI
UNDIP
UNHAS
mana ITS-nya?