Selamat Tahun Baru 2010 ... marilah kita sambut dengan semangat baru ... untuk rekan2 mahasiswa selamat memasuki kembali masa perkuliahan semester Genap Tahun Akademik 2009/2010 .. semoga sukses ..

Monthly Archive for Maret, 2009

INDERAJA, Alternatif Perbaiki Hutan

Tingkat kerusakan hutan saat ini bisa dikategorikan cukup parah. Akan tetapi cara penanggulangan untuk meminimalisir tingkat kerusakan hutan tersebut nampaknya belum optimal. Oleh karena itu Himpunan Mahasiswa Geomatika, adakan Simposium yang bertajuk Menyusun Arah Kebijakan Hutan yang Ideal Berbasis Pencitraan Jauh, pada hari Selasa, (24/3). Dalam acara simposium nasional tersebut dipaparkan alternatif cara untuk menyelamatkan hutan dengan teknologi penginderaan jauh.
Pasca Sarjana, ITS Online - Menurut Bambang Catur Nusantara, Direktur Ekskutif WALHI Jawa Timur dalam Simposium ‘What Can We Do for Indonesian Forest’ yang diadakan oleh Himpunan mahasiswa Teknik Geomatika,Selasa (24/3) tingkat kerusakan hutan di Indonesia terutama di Jawa Timur cukup parah. ”Hutan di Jawa Timur, mengalami degradasi yang cukup parah hal ini pun semakain diperparah dengan pengelolaan hutan yang buruk,” tutur pria yang kerap disapa Catur ini.

Menurut pengamatan WALHI, sejauh ini Masih belum ada tingkat penyelamatan secara radikal oleh instansi terkait ”Adapun tingkat penyelamatan hutan itu sendiri masih hanya sebatas kesadaran masyarakat sekitar,” tambah Catur.

Menurut Prof Dr Aris Poniman Kertopermono, penginderaan jarak jauh dapat dijadikan sebagai salah satu kebijakan penglolaan hutan. ”Dengan Inderaja (Penginderaan Jauh, Red) kita dapat mengevaluasi titik point kerusakan hutan yang ada di suatu daerah,” tutur  Aris, Deputi Survei Dasar dan Sumber Daya Alam,  BAKOSURTANAL.  ”Namun hingga saat ini, belum adanya penyebaran data yang optimal di setiap instansi yang membutuhkan,” tambah Aris.

Selain itu juga, Ir Nur Hidayat Dipl Ing, menambahkan untuk saat ini sebenarnya LAPAN juga mempunyai teknologi terbarukan yang berbasis penginderaan jarak jauh. ”Namun hambatan yang kami hadapai saat ini yaitu kurangnya SDM yang dapat ditempatkan di daerah terpencil sehingga masih terasa belum optimal,” paparnya.

Dalam acara simposium ini turut pula hadir Ir Dedy Sufredi Msi, yang menggantikan Menteri Kehutanan, M.S Kaban, sebagai keynote speaker. Beberapa hal, yang disampaikan Dedy Sufredi di awal acara merupakan pesan Menteri Kehutanan yang pada waktu itu berhalangan hadir. ”Mengingat kondisi hutan indonesia yang semakin buruk, diharapkan dalam acara ini dapat diambil kesepakatan untuk menyusun arah kebijakan guna memperbaiki hutan,” tuturnya.

Simposium yang digelar di Auditorium Pasca Sarjana ini pun membuahkan beberapa kesepakatan sebagai salah satu tindakan penyelamatan hutan. Diantaranya, diperlukan pengelolaan dan penerimaan data citra satelit yang mandiri, mempercepat tersedia peta seluruh Indonesia guna pengembangan potensi daerah, mengintensifkan hasil data citra satelit serta diperlukan kesatuan dari berbagai instansi untuk saling mnedukung. ”Selain itu pula, tindakan aktif mahasiswa untuk menyelamatkan hutan tidak hanya berupa karya ilmiah,” tutur Dr Ir teguh Hariyanto Dosen Teknik Geomatika ITS , yang turut pula menjadi pemateri dalam simposium nasional tersebut.

_Copyright By Ristek HIMAGE-ITS_

SIMPOSIUM NASIONAL HIMAGE-ITS 2009

PENDAHULUAN

Indonesia dikenal sebagai sebuah Negara yang memiliki hutan tropic terluas ketiga di dunia, dengan ekosistem hutan, flora dan fauna yang beragam serta merupakan sumber daya yang mempunyai peranan sangat penting untuk menunujang keseimbangan ekosistem alam. Namun seiring dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi nasional, tekanan terhadap sumber daya hutan semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat deforestasi di Negara ini. Apabila hal tersebut tidak segera ditindak lanjuti, maka diperkirakan jumlah hutan di Indonesia tidak dapat mencukupi kebutuhan negara dalam kurun waktu 20 tahun mendatang.

Dengan dilaksanakannya kegiatan simposium nasional ini, diharapkan dapat mempertemukan tenaga-tenaga ahli Geomatika (Geodesi) maupun disiplin ilmu lain, instansi-instansi terkait serta masyakarat umum sehingga diperoleh kesepakatan maupun kerjasama antara berbagai pihak demi meningkatkan sestem penyediaan data dan strategi pengolahan hutan yang ideal secara berkelanjutan, serta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen bangsa ini untuk mempertahankan produktivitas hutan dalam jangka panjang sehingga dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.

TUJUAN

  1. mengidentifikasi besarnya potensi dan ancaman deforesasi sumber daya hutan yang dimiliki Indonesia.
  2. Sebagai fasilitator terjadinya komunikasi dan kerjasama dari pihak dalam usaha penyusunan arah kebijakan pengelolaan hutan yang ideal
  3. Tercetus Ide dan konsep pemikiran tentang teknologi penyediaan data sistem pemantauan hutan serta ekosistem didalamnya.
  4. Menumbuhkan Kesadara masyarakat bangsa dari negara tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan.

PELAKSANAAN

Hari/Tanggal : Selasa,24 Maret 2009

Pukul : 08.00-16.00 BBWI

Tempat : Ruang Sidang Pasca Sarjana Lt 3 Kampus ITS Surabaya

KEYNOTE SPEAKER

H.M.S Kaban SE,M.Si (Menteri Kehutanan)

PEMBICARA

  1. Prof.Dr.Aris Poniman (Kepala Deputi Bidang Survey SDA BAKOSURTANAL)
  2. Ir.Nur.Hidayat.Dipl Ing(kepala Deputi Bidang Indraja LAPAN)
  3. Prof.Dr.Ir.Bangun MS.DEA
  4. Dr.Mubariq Ahmad (CEO WWF Inonesia)

CONTACT PERSON

1.Riko (085746165780)

2.Ratna (085649013885)

_Copyright By Ristek HIMAGE-ITS_

WORKSHOP

 

SOKKIA TOTALSTATION DAN SOFTWARE 12D MODEL

Kerjasama Prodi Geomatika dan PT. ASABA

Pada

Hari: Rabu

Tanggal : 18 Maret 2009

Tempat : GM-101

Pukul : 09.00-11.00 BBWI

Tempat Terbatas (85 Seat)

Peserta : WAJIB Untuk Semua Mahasiswa yang mngambil TA dan Mata Kuliah Pertanahan I

(Harap Registrasi Ke Bapak Supiyan)