stock-vector-geodesy-logo-280582808

Bidang minat di Jurusan Teknik Geomatika, secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi empat: Bidang Geodesi, Geomatika, Pertanahan dan Hidrografi.

 

G E O D E S I

Geodesi adalah cabang dari ilmu matematika terapan, yang menentukan:

1.      Posisi di permukaan bumi melalui pengukuran dan pengamatan
2.      Ukuran dan luas dari sebagian besar permukaan bumi
3.      Bentuk dan ukuran bumi, variasi dari gaya berat terestrial serta geodinamika bumi
 
Istilah “surveying” juga sering digunakan dalam menyebutkan Geodesi Terestris, yang bisa diartikan adalah :
 
“the science, art and technology of determining the relative positions of points above, on, or beneath the earth surface, or of establishing such points. “ (Paul R Wolf & Ghilani, 2001).
 

G E O M A T I K A

Bidang minat Geomatika mempunyai kajian khusus pada riset/penelitian dengan menggunakan teknologi informasi spasial yang mutakhir seperti Penginderaan Jauh (Remote Sensing), Fotogrametri serta SIG (Geographics Informations System). Dimana tehnologi ini dimanfaatkan untuk keperluan pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana alam gerakan tanah dan lain-lain. Juga untuk keerluam pengelolaan Sumber Daya Alam seperti : penataan, perencanaan, serta pengembangan wilayah di darat termasuk pengembangan wilayah pantai dan pesisir, pengelolaan sumber daya air; pengembangan air tanah, pengelolaan mata air, pengembangan daerah aliran sungai dan lain-lain.

PERTANAHAN/KADASTRAL

Bidang minat Pertanahan atau yang biasa dikenal dengan istilah “Kadastral” mempunyai kajian khusus pada riset/penelitian mengenai pertanahan di Indonesia serta rekayasa dalam penyediaan informasi spasial berupa peta untuk pengelolaan pertanahan  khususnya untuk keperluan penentuan atas hak-hak tanah serta  manajemen informasi pajak bumi dan bangunan.

 

H I D R O G R A F I

Hidrografi (atau geodesi kelautan menurut pandangan awam) adalah ilmu tentang pemetaan laut dan pesisir. Hidrografi menurut International Hydrographic Organization (IHO)  adalah ilmu tentang pengukuran dan penggambaran parameter-parameter yang diperlukan untuk menjelaskan sifat-sifat dan konfigurasi dasar laut secara tepat, hubungan geografisnya dengan daratan, serta karakteristik-karakteristik dan dinamika-dinamika lautan. Secara etimologi, Hidrografi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “hidro” yang berarti air dan “grafi” yang berarti menulis, hidrografi artinya gambaran permukaan bumi yang digenangi air (Wikipedia-Ind).

Hidrografi umumnya mengacu pada  pengukuran dan  uraian tentang perairan, dan secara khusus mengacu pada pengukuran dan  deskripsi dari navigasi  perairan yang diperlukan untuk navigasi yang aman dari kapal. Pengukuran hidrografi akan mencakup informasi, pasang surut arus dan gelombang oseanografi fisik.  Yang akan  mencakup  pengukuran  bawah, dengan penekanan khusus pada fitur-fitur geografis  laut yang menimbulkan bahaya untuk navigasi seperti batu karang, beting, terumbu dan fitur lain yang menghambat  perjalanan kapal. Tidak seperti oseanografi, hidrografi  akan  mencakup fitur pantai, alam dan buatan manusia, yang membantu dalam  navigasi. Sebuah survei hidrografi akan mencakup posisi akurat di laut dari representasi  bukit, gunung dan  bahkan lampu  dan menara yang akan membantu dalam memperbaiki posisi  kapal serta aspek laut dan dasar laut.