dulu

BERDIRINYA TEKNIK GEODESI FTSP ITS

Kegiatan–kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan bidang Survey dan  Pemetaan atau Teknik Geodesi di ITS terus dilakukan antara lain adalah berupa seminar, pertemuan ilmiah, konggres, pendidikan/pelatihan dan sebagainya; beberapa kegiatan yang telah ditempuh antara lain :

  1. Seminar  Nasional   “Pemanfaatan Teknologi Remote Sensing dan GIS untuk Tata  Ruang  Dan Pembangunan Daerah” pada tanggal 29 Januari 1994 yang diselenggarakan atas kerjasama FTSP-ITS dan Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) di ITS Surabaya.
  2. Penyelenggaraan pelatihan Penginderaan Jauh Dan GIS untuk Tata Ruang di Pusat Studi Lingkungan Lembaga Penelitian ITS pada bulan Juni 1995.
  3. Penyelenggaraan pendidikan Pasca Sarjana S-2 bidang keahlian Penginderaan jauh di Jurusan Teknik Sipil FTSP –ITS  dimulai pada tahun akademik 1995/1996.
  4. Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) “Pengembangan Teknologi Remote Sensing dan GIS di Indonesia “ pada tanggal 5 Desember 1995  yang diselenggarakan atas kerjasama ITS, ISI dan Badan Pertanahan Nasional di ITS Surabaya.
  5. Penyelenggaraan Pelatihan Penginderaan Jauh dan GIS untuk program MREP atas kerjasama ITS dan BPPT selama 3 tahun yaitu 1996 s/d 1998.
  6. Penyelenggaraan pendidikan setara Diploma I bidang keahlian Survey dan Pemetaan di jurusan Teknik Sipil FTSP-ITS yang dimulai tahun akademik 1997/1998.
  7. Pendirian Pusat GIS dan Pemanfaatan Remote Sensing di Lembaga Penelitian ITS pada bulan Juni 1997

Peran aktif dari para dosen yang mempunyai spesialisasi Teknik Geodesi ITS dalam berorganisasi profesi di Indonesia seperti ISI (Ikatan Surveyor Indonesia), MAPIN (Masyarakat  Penginderaan Jauh Indonesi), ISGI ( Ikatan  Sarjana Geodesi Indonesia), MAPETA ( Masyarakat Pemetaan),  DGI (Dewan Geomatika Indonesia)  dan  PII (Persatuan Insinyur Indonesia)   serta diluar  negeri  seperti  IAG (International Association of Geodesy) dan ISPRS (International Society  of Photogrammetry and Remote Sensing) baik sebagai anggota maupun pengurus terus diupayakan. Beberapa dosen melanjutkan jenjang studi S-3nya di Eropa, seperti di Univ. Paul Sabatier dan l’Université de Nice-Sophia Perancis dan Univ. Hannover – Jerman.

Dari kegiatan-kegiatan diatas, menunjukan usaha-usaha untuk lebih mengenalkan Teknik Geodesi secara umum dan defakto kepada masyarakat baik di ITS maupun diluar ITS. Yang meskipun banyak kendala dan keterbatasan yang harus diselesaikan baik yang bersifat internal di ITS sendiri dan setelah proses pengenalan dan usaha-usaha telah dilakukan selama lebih dari 15 tahun sejak dicanangkan, maka pada bulan Maret 1998, usulan Program Studi Teknik Geodesi untuk Program Sarjana (S-1) telah diusulkan oleh ITS ke Dikti Depdiknas.

Dan pada tanggal 24 Juni 1998 setelah menunggu kurang lebih 3 bulan, Program Studi Teknik Geodesi akhirnya secara resmi dapat diwujudkan dengan diterbitkannya Surat Keputusan No. 205/DIKTI/Kep/1998 tanggal 24 Juni 1998.

sekarang

BERUBAH MENJADI TEKNIK GEOMATIKA

Saat ini ilmu geodesi tidak hanya berbicara tentang bentuk dan ukuran bumi saja tetapi juga teknologi informasi geospasial. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri, bahwa munculnya era GEOMATIKA ini tidak terlepas dari kebutuhan yang mendesak dari masyarakat modern untuk memecahkan persoalan secara simultan, cepat, benar, efisien dan aktual dari semua faktor yang mempengaruhi sistem tersebut, sehingga diperoleh hasil yang optimal.  Era ini didorong oleh lahirnya teknologi informatika tahun 1960-an, yang telah mendorong ilmu dan teknologi di bidang survai dan pemetaan maupun geodesi berkembang secara drastis, karena pengolahan data dan sistim pemetaan di lapangan serba menggunakan teknologi serba otomatis atau komputer, hal inilah yang mendorong munculnya wacana geodesi menjadi ilmu dan teknologi ”GEOMATIKA”. Di Kanada dan Amerika Serikat, GEOMATIKA telah dikembangkan ke arah agraria/kadastral dan pajak, yang dikenal dengan Land Information System (LIS) atau Sistem Informasi Pertanahan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut maka Prodi Teknik Geodesi telah mengidentifikasi berbagai faktor antara lain :

  1. Berkembangnya bidang kajian geodesi ke bidang yang lebih luas yang meliputi survai dan geodesi itu sendiri (eg. Teknologi GPS yang semakin murah dan mudah dilakukan), berkembangnya teknologi satelit inderaja resolusi tinggi (eg. IKONOS/QBird/GeoEye), semakin mudah orang mendapatkan bahkan membuat peta digital (eg. GoogleEarth/Map), SIG yang saat ini telah disisipkan teknologi Internet membentuk WebGIS yang semakin diminati berbagai bidang ilmu.
  2. Berkembangnya penggunaan peralatan modern di bidang survei dan pemetaan yang hampir semua didominasi dengan teknologi IT (eg. GPS RTK, Digital Theodolit ETS, Softcopy Fotogrametri).
  3. Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi informatika, yang membuat semakin cepat, murah dan mudahnya penyajian data (eg. proses cepat, sistem penyimpanan data hingga TerraBite).
  4. Banyaknya sektor/bidang yg membutuhkan informasi data spasial/geo-spasial yang selalu ter-up-date.
  5. Tuntutan sinergi antar bidang keilmuan dengan memperhatikan bidang spesifik (mis. Geodesi) Usulan nama oleh Dewan Geomatika Indonesia untuk Pendidikan Tinggi Geodesi di Indonesia (2005) yaitu : Teknik Geomatika atau Teknik Geo-Informatika atau Teknik Ilmu Geo-Spasial.
  6. Semakin banyaknya instansi pemerintah/swasta yang membutuhkan lulusan Teknik Geomatika (BPN, , hal ini menuntut kompetensi lulusan harus mampu menguasai dan menerapkan dasar-dasar survei dan pemetaan serta teknologi sistem informasi spasial beserta berbagai aplikasi praktisnya, mampu menggunakan peralatan dan teknologi mutahir dalam pekerjaan survei dan pemetaan serta teknologi sistem informasi spasial.

Dengan latar belakang diatas serta didukung sumber daya manusia (SDM) di Prodi Teknik Geodesi – FTSP ITS yang mempunyai 14 orang dosen dengan berbagai spesialisasi al. bidang  Geodesi, Geomatika (Pemetaan Digital, Fotogrametri Digital, GIS dan Penginderaan Jauh), Hidrografi dan Pertanahan dengan komposisi pendidikan bergelar doktor (S-3) sebanyak 3 orang (1 Prof),  master (S-2) adalah 11 orang (6 dosen saat ini sedang studi lanjut ke jenjang S-3) maka mengajukan untuk berubah nama. Nama TEKNIK GEOMATIKA akhirnya dipilih setelah disetujui Senat ITS .

Setelah melalui beberapa tahap mulai dari usulan internal hingga sharing melalui diskusi dengan beberapa stake-holder hingga rapat Senat Institut yang memakan waktu kurang lebih satu tahun, maka Program Studi Teknik Geodesi secara resmi diselenggarakan berdasarkan Surat Keputusan No. 205/DIKTI/Kep/1998 tanggal 24 Juni 1998 merubah dirinya pada tanggal 21 April 2006 menjadi Program Studi Teknik Geomatika dengan surat Keputusan Rektor ITS No. 2029.1/KO3/PP/2006.