Nama Kedungudi memiliki arti yaitu mencari tempat atau sumber air.Maksudnya adalah masyarakat disini sering berpindah-pindah tempat tinggal untuk mencari tempat atau sumber air.

Desa Kedungudi memiliki luas wilayah 1.25 km2.Secara geografis desa ini berbatasan langsung dengan Desa Seloliman di bagian utara,Desa Penanggungan di bagian selatan,sedangkan di bagian barat dan timur dibatasi dengan perhutani.Secara administratif di Desa Kedungudi hanya memiliki satu dusun yang terdiri dari 2 RW dan 8 RT.Desa ini terletak di kaki gunung Penanggungan, dan rata-rata berada di ketinggian 550 meter di atas permukaan laut.

Pada tahun 2014, jumlah penduduk total Desa Kedungudi,yaitu 920 jiwa,dengan laki-laki berjumlah 469 jiwa dan jumlah wanita 451 jiwa.Kelompok usia pendidikan di wilayah desa ini terdata ada 110 orang,dengan rata-rata penduduk memiliki tingkat pendidikan hanya sampai di jenjang SD.Angkatan kerja di wilayah desa ini mencapai 700 orang dengan mata pencaharian rata-rata penduduk adalah petani hampir sekitar 90 persen.Mayoritas penduduk desa Kedungudi beragama islam,adapun beragama kristen katolik.

Landmark yang terdapat di Desa Kedungudi,yaitu Balai Desa,Pondok Kesehatan Desa, Masjid Ar-Rahmah,Makam Islam,Peternakan Ayam,TK Dharma Wanita,SDN Kedungudi No 246,Sumber Mata Air,Perkebunan Salak,dll.

Desa Kedungudi memiliki beberapa potensi diantaranya adalah pertanian,berasal dari padi,jahe, cabe,kacang tacah dan ubi kayu.Dalam peternakan di daerah ini berasal dari peternakan sapi,kambing,domba, dan ayam.Desa Kedungudi memiliki suatu industri pembuatan keripik,seperti pisang, tales,dll.Selain itu,karena terkadang ada pengunjung yang datang,namun tidak ada penginapan,jadi para pengunjung menginap di rumah-rumah penduduk dengan biaya perhari Rp.30.000,00.

Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain:

  1. Meskipun akses jalan menuju desa ini baru saja dilebarkan sekitar 0,5 meter,pembangunan infrastuktur sangat penting,seperti dalam hal sekolah,penerangan jalan,serta rambu-rambu keselamatan, dan lain sebagainya.
  2. Diharapkan tidak ada penduduk desa yang membangun rumah di daerah yang rawan longsor demi keselamatan diri mereka sendiri.Selain itu,pada tebing-tebing tanah tersebut dapat ditanami pohon-pohon besar dengan akar yang kuat,agar dapat menahan tanah-tanah tersebut dan dapat mengurangi terjadinya longsor.