Profil Dosen Prof. Bangun Muljo Sukojo

BMS

Prof Dr Ir Bangun Muljo Sukojo DEA DESS adalah dosen dan sekaligus salah satu pendiri Teknik Geodesi di ITS. Beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Penginderaan Jauh pada tahun 2005 yang lalu. Selain menjadi guru besar pertama bidang Penginderaan Jauh Ekologi (Ecology Remote Sensing) di ITS, pak Bangun merupakan salah satu dari enam guru besar dari bidang ilmu yang sama dari Teknik Geodesi di seluruh Indonesia dan satu-satunya yang masih aktif sebagai pengajar. ”Ini karena dua dari kami telah meninggal dan tiga diantaranya telah pensiun,” terang Bangun yang juga ketua Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) Komwil Surabaya ini. 

Menurut alumnus Universitas Paul Sabatier, Toulouse, Perancis, penginderaan jauh dari waktu ke waktu berpeluang untuk semakin berkembang. ”Apalagi sekarang ini banyak metode penginderaan jauh yang telah digabung dengan informatika yang lebih,” ujar pria kelahiran Malang ini. Dengan perkembangannya yang pesat ini, diharapkan bidang Penginderaan Jauh (Remote Sensing) mampu diterapkan untuk membantu proses pembangunan Indonesia.

Kecintaannya terhadap lingkungan pesisir dan pantai dapat dilihat dari hasil penelitiannya selama periode tahun 1987 sampai dengan 2005 yang berkutat seputar pesisir pantai dan laut. Hasil penelitiannya menyimpulkan PJ dan SIG dapat digunakan sebagai alat untuk pengkayaan informasi geospasial yang meliputi pekerjaan inventarisasi, analisis dan pengelolaan ekologi pantai dan laut. Inventarisasi dan analisa ekologi pantai dilakukan dengan studi kasus di pantai timur Sumatera yaitu Palembang, utara Jawa yaitu Jakarta, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Situbondo, untuk pantai selatan Jawa di Segara Anakan Cilacap.

Pria yang juga aktif sebagai pembina Gerakan Pramuka Gugus Depan Surabaya 611 ITS mulai 1982 hingga sekarang ini, mengakui dibutuhkan banyak kesabaran untuk menempuh proses menjadi seorang guru besar. ”Semua tak bisa digapai dalam satu waktu, karena itu butuh kesabaran dan ketelatenan,” ungkapnya. Bangun berharap, ke depannya jumlah guru besar di bidang ilmu geodesi bisa bertambah. “Ini juga untuk kemajuan Geodesi di Indonesia sendiri,” ujar peraih tanda jasa tingkat nasional “Dwidya Satya Perdana “pada 10 Nopember 2003. (rin/tov)

Profil Prof. Dr. Ir. Bangun Muljo Sukojo, DEA, DESS

1990 – 1992 : S-3 (Doctor/DR) de Teledetection et Ecologie (Remote Sensing and Ecology/Penginderaan Jauh dan Ekologi) Universitas Paul Sabatier (Toulouse 3) Perancis
1988 – 1989 : S-2 (Diplome de’Etudes Approfondies/DEA) de’Ecologie Terrestre et Limnique (Ecology of Land and Aquatic/Ekologi Daratan dan Perairan) Universitas Paul Sabatier (Toulouse 3) Perancis
1986 – 1987 : S-2 (Diplome de’Etudes Superieures Specialisees/DESS) de Teledetection (Remote Sensing/Penginderaan Jauh) Universitas Pierre & Marie Curri (Paris 6) – Ecole Nationale des Siences Geographiques (ENSG) St.Mande Paris Perancis
1979 – 1981 : S-1 (Insinyur/Ir) Teknik Geodesi ITB Bandung
1973 – 1978 : S-0 (Sarjana Muda/BSc) Teknik Geodesi ITB Bandung
1970 – 1972 : Sekolah Menengah Atas Negeri III Malang
1967 – 1969 : Sekolah Menengah Pertama Negeri III Malang
1960 – 1967 : Sekolah Dasar Negeri Samaan-Sarangan II Malang

Sumber : http://old.its.ac.id/berita.php?nomer=2167, http://www.isi.or.id/majalah-surveyor-insight-edisi-desember-2016/#fb0=5